Musang Rinjani (Paradoxurus hermaphroditus rindjanicus) merupakan hewan menyusui (Mamalia) yang termasuk dalam suku musang dan garangan (Viverridae), salah satu species dari tiga spesies bangsa Carnivora yang ada di P. Lombok selain musang rase (Viverricula indica baliensis) dan kucing hutan (Felis bengalensis). Musang Rinjani atau Ujat (bahasa lokal Sasak) termasuk subspesies dari musang luwak (Paradoxurus hermaphrodites) endemik P. Lombok khususnya kawasan Gunung Rinjani (Kitchener et al., 2002, Straus, 1931).

Musang Rinjani lebih sering dijumpai di kawasan-kawasan dekat pemukiman dan perkebunan penduduk dibandingkan kawasan hutan dan dianggap hama oleh penduduk sekitar kawasan karena sasaran pakannya adalah ayam ternak milik penduduk dan buah-buahan di ladang perkebunan sehingga penduduk memburu satwa ini untuk dibunuh (BTNGR, 2009).

Kawasan hutan Gunung Rinjani meliputi 26,5% dari luas daratan P. Lombok. Kawasan hutan Gunung Rinjani juga merupakan kawasan hutan terluas atau sekitar 86,11% dari luas keseluruhan hutan P. Lombok (BTNGR, 1997). Kawasan hutan Gunung Rinjani seluas 125.740 ha terdiri atas beberapa fungsi kawasan, termasuk di dalamnya sekitar 41.330 ha kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) (Anonim, 2000, BTNGR, 1997). Sehingga ancaman terhadap populasi ini dapat berbeda-beda tergantung fungsi kawasan tersebut. Kemungkinan terbesar kejadian ancaman adalah di kawasan hutan produksi yang berbatasan langsung dengan kawasan pemukiman atau perkebunan masayarakat sehingga kawasan hutan TNGR sebagai kawasan konservasi merupakan benteng terakhir bagi perlindungan satwa tersebut. Dari 53 spesies mamalia endemik P. Lombok sebagian besar bertahan di kawasan TNGR termasuk musang Rinjani (BTNGR, 1997, BTNGR, 2009).

Sebagai satwa arboreal yang tergantung kepada hutan sebagai tempat hidup dan mencari makan, ancaman terbesar bagi perkembangan populasi liar spesies ini adalah perubahan habitat terutama oleh aktivitas manusia (penebangan illegal dan legal) maupun oleh aktivitas alam sendiri (tegakan mati, kebakaran atau aktivitas vulkanik) serta perburuan oleh penduduk sekitar (Anonim, 2000, BTNGR 2009).

Belum banyak penelitian yang mendeskripsikan dengan jelas spesies ini, mengungkap status taksonominya berkaitan dengan subspesies lain di pulau-pulau sekitarnya seperti Paradoxurus hermaphrodites sumbanus (P. Sumba) dan Paradoxurus hermaphrodites balinus (P. Bali) yang secara geografik sangat berdekatan, populasi dan habitat spesifik serta peranannya dalam ekosistem. Makalah ini disusun untuk memberikan telaah ekologis musang Rinjani beserta tindakan pengelolaan yang diperlukan dengan harapan dapat berguna bagi pengelolaan dan perlindungan musang Rinjani, demi kelangsungan hidup dan kelestarian salah satu spesies endemik kawasan Gunung Rinjani ini.

Baca selengkapnya…Musang Rinjani.pdf